Dilihat : 76 kali

ARAH BAIK - Hari Raya Idul Adha kerap disebut masyarakat sebagai Hari Raya Kurban. Pasalnya, saat Idul adha umat muslim juga memperingati keridaan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail, sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah SWT, meski akhirnya Allah mengganti Nabi Ismail dengan domba.

Artinya, tidak semua umat Islam, tidak ada syarat kurban berdasarkan gender, seperti laki-laki atau perempuan. Di dalam rumah tangga, suami atau istri boleh berkurban dengan mengatas namakan satu hewan kurban untuk satu keluarga.

Bisa juga berkurban untuk satu nama saja. Jika terdpat anggota keluarga yang telah wafat, keluarga yang masih hidup dapat mengatasnamakan hewan kurban untuk nama anggota yang meninggal.

Sementara untuk pelaksanaannya, hanya boleh di empat hari saja, yaitu hari ke-10 sampai hari ke-13 bulan Dzulhijjah. Artinya, kurban hanya bisa dilakukan pada hari-H Idul Adha sampai tiga hari setelahnya.

Keutamaan kurban adalah agar mendapat kebaikan bulu hewan yang dikurbankan.

Syarat Orang yang Berkurban Idul Adha

1. Muslim

Orang yang berkurban harus beragama Islam. Sementara non-islam tidak memiliki kewajiban untuk berkurban.

Yang tidak kalah penting yaitu muslim yang harus membacakan niat. Niat berkurban harus karena Allah SWT. Bacaan niat berkurban Idul Adha bisa dilafalkan dalam hati menggunakan Bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut :

“Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”

2. Mampu

Perintah kurban dianjurkan bagi muslim yang mampu secara finansial untuk membeli hewan kurbannya. Muslim dianggap mampu ketika sudah menyelesaikan nafkah kepada keluarganya.

Sedangkan jika belum mampu, tidak apa jika tidak berkurban. Atau jika belum mampu sendiri, bisa berkurban secara kolektif.

3. Baligh dan Berakal

Kurban dilakukan bagi yang sudah cukup umur atau akil baligh dan berakal, sedangkan anak-anak atau yang belum baligh tidak dibebankan berkurban.

Syarat Hewan Kurban

Perlu diingat, pembagian daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus sesuai syariat. Syarat pembagian daging kurban dibagikan sesuai golongan penerimanya, dan 1/3 bagian untuk yang menunaikan kurban atau disebut shohibul qurban.

Meski orang yang berkurban berhak menerima daging kurbannya, namun boleh saja seluruh daging disedekahkan ke orang lain yang membutuhkan. Karena. Tujuan kurban tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga bersedekah dan berbagi kepada yang kurang mampu.

Kemudian, orang yang melaksanakan kurban tidak boleh memberi daging kurban kepada tetangganya dalam bentuk olahan atau sudah dimasak. Pasalnya, daging harus diberikan dalam kondisi mentah.

Yang perlu diingat adalah seluruh bagian hewan kurban yaitu daging, bulu, tulang, kepala, kulit, sampai jeroan haram dijual belikan kepada siapapun.

Itulah syarat orang kurban Idul Adha, syarat hewan kurban, sampai syarat pembagian daging kurban.***


Syarat Orang Yang Bisa Kurban Idul Adha